Perang Hamas Melawan Israel WNI Akan Dievakuasi

Perang Hamas Melawan Israel WNI Akan Dievakuasi

Perang Hamas Melawan Israel: Kondisi Terkini WNI Akan Dievakuasi

Perang Hamas Melawan Israel – Konflik yang sedang berlangsung antara Palestina dan Israel terus berlanjut, dengan Israel mengambil kembali beberapa kota dan pos perbatasan yang sebelumnya dikuasai oleh Hamas.

Pada saat yang sama, Hamas terus meluncurkan roket ke beberapa kota di perbatasan Gaza. Bahkan ada laporan bahwa roket-roket tersebut telah tiba di Tel Aviv dan sedang menuju Bandara Internasional Ben Gurion. Serangan dari kedua belah pihak terus terjadi, meskipun intensitas konflik tidak seperti sebelumnya.

Per 9 Oktober 2023, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melaporkan bahwa ada 45 Warga Negara Indonesia (WNI) di Palestina dan 230 di Israel. Dubes RI untuk Yordania dan Palestina, Ade Padmosarwono, memberikan informasi terbaru tentang jumlah dan kondisi WNI di wilayah konflik tersebut.

Ada sepuluh orang pertama di Jalur Gaza, lima dewasa dan lima anak-anak. Menurut Dubes Ade Padmosarwono dalam program Liputan6 Update edisi Rabu (11/10/2023), data di Israel sebelumnya 35 naik ke 38, sekarang 39 dan 94 siswa sedang melakukan studi banding di sana, sehingga total di Israel 133, dan total di wilayah konflik adalah 143.

Dubes Ade menyatakan bahwa KBRI juga telah berhasil mengeluarkan 231 WNI untuk berwisata religi dari Israel ke Tepi Bara dan sebagian di Yordania. Terlepas dari fakta bahwa ada informasi tentang satu rombongan tambahan, detailnya masih dalam proses verifikasi.

Dilaporkan bahwa evakuasi dari Jalur Gaza saat ini menghadapi tantangan karena serangan udara Israel telah menutup perbatasan Rafah, yang merupakan satu-satunya jalan ke Mesir.

Dubes Ade menyatakan bahwa mereka telah merencanakan evakuasi bersama dari Jakarta dan beberapa perwakilan di Timur Tengah, khususnya KBRI Kairo, untuk evakuasi dari Jalur Gaza. Satu-satunya cara untuk masuk melalui Mesir adalah melalui perbatasan Rafah. Namun, selama dua hari terakhir, perbatasan tersebut ditutup karena terkena dampak serangan udara Israel.

Dibaca Juga; Perang Hamas Israel Indonesia Meminta WNI Meninggalkan Israel

Dengan blokade penuh di Jalur Gaza, Israel menahan akses kemanusiaan.

Sementara itu, Ade Padmosarwono, Dubes RI untuk Yordania dan Palestina, menyatakan bahwa pemerintah masih mengidentifikasi WNI yang ingin dievakuasi. Jalan darat menuju Yerusalem dan ke Yordania adalah salah satu dari beberapa pilihan yang sedang dipertimbangkan.

Untuk memfasilitasi evakuasi, pemerintah juga bekerja sama dengan negara-negara sahabat dan organisasi internasional, kata Dubes Ade.

Karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, ada pilihan lain untuk bekerja sama dengan negara-negara sahabat. Dubes Ade menyatakan, “Ibu Menlu sudah mengontak Filipina, yang memiliki perwakilan di Tel Aviv.”

Situasi Perang Hamas Melawan Israel di Jalur Gaza semakin memburuk karena blokade penuh Israel. Suplai makanan, listrik, dan bahan bakar telah terputus. Akses kemanusiaan untuk mengirim bantuan telah dipromosikan oleh pihak internasional, tetapi penolakan Israel menghalangi upaya ini.

Dubes Ade menambahkan, “Israel telah menolak permintaan Palestina untuk membuka akses kemanusiaan itu. Satu-satunya jalur untuk bisa mensuplai itu melalui Mesir, tetapi kondisi saat ini sangat tidak memungkinkan. Jadi belum ada baik dari masyarakat internasional atau yang bisa menyuplai bantuan karena tidak adanya akses dari Mesir ke jalur Gaza.”

Menlu Yordania dan Raja Abdullah II Mencari Solusi Diplomatik

Dalam hal Yordania, yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan Palestina di dekatnya, telah berusaha melakukan diplomasi untuk mengurangi ketegangan. Raja Abdullah dan Menlu Yordania telah berbicara dengan beberapa pemimpin negara untuk mencari solusi diplomatik.

Dubes Ade mengatakan, “Dari informasi yang saya terima, Raja Abdullah II dan Menlu Yordania telah mengontak beberapa pimpinan negara, untuk mengimbau mereka untuk berkolaborasi untuk mencari solusi politik atau diplomasi agar konflik ini mereda, dan agar eskalasinya tidak meluas yang akan berdampak pada stabilitas dan keamanan di Timur Tengah.”

Yordania terus berkomunikasi, tetapi belum menemukan solusi untuk menyelesaikan konflik.

Dubes Ade menyatakan bahwa mereka telah berkomunikasi dengan baik dengan pemimpin beberapa negara di Eropa, Amerika Serikat, serta negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Mesir.

Pernyataan Menteri Luar Negeri RI dan Presiden Jokowi untuk Mengakhiri Konflik

Sebagai perwakilan RI di Timur Tengah, terutama di Mesir, Lebanon, dan Damaskus, KBRI sejauh ini berkonsentrasi pada perlindungan dan pelayanan WNI yang ingin meninggalkan wilayah konflik.

Dubes Ade menyatakan bahwa fokus KBRI adalah bagaimana memberikan perlindungan dan pelayanan bagi WNI. Dalam hal ini, kami telah mempersiapkan diri bersama KBRI Kairo, KBRI Lebanon, dan KBRI Damaskus untuk melacak dan membantu WNI yang ingin keluar dari wilayah konflik, baik di Gaza maupun Israel.

Sementara itu, beberapa pernyataan telah dibuat oleh Presiden Republik Indonesia dan Menteri Luar Negeri Indonesia dalam upaya untuk mengakhiri konflik segera.

Dubes Ade menyatakan, “Kalau diplomasi mungkin bapak presiden sudah menyampaikan pernyataan, dan menggarisbawahi untuk konflik ini agar segera reda. Ibu menlu juga sudah menyampaikan berbagai pernyataan yang diharapkan konflik ini segera reda karena akan menambah korban jiwa jika konflik ini tidak berhenti.”

Untuk WNI di Yordania, KBRI juga mengeluarkan imbauan untuk berhati-hati dan menghindari kerumunan dan keramaian. Untuk menjamin keamanan WNI, KBRI terus mengawasi keadaan dan bekerja sama dengan perwakilan lain di wilayah tersebut.

Dubes Ade menyatakan bahwa WNI diharapkan tidak terlibat dalam demonstrasi besar-besaran. Ini karena di Yordania di Amman, ada beberapa demonstrasi yang mendukung perjuangan Palestina. Kami juga berkoordinasi dengan perwakilan lain di Kairo, Beirut, dan Damaskus.

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk melindungi dan membantu WNI yang berada di wilayah yang terdampak oleh konflik Palestina-Israel dan terus berupaya membuka akses kemanusiaan untuk membantu warga Palestina yang membutuhkan bantuan mendesak.

Dia menyimpulkan, “Sejauh ini kami hanya memberikan informasi tentang apa yang terjadi di Yordania dan Amman. Kemudian, tindakan lanjutan yang akan diambil di sana kita serahkan atau koordinasikan dengan Jakarta juga.”

About The Author