Mengenal KPPS untuk Pemilu 2024

Kenali KPPS: Peran dan Tugas dalam Pemilu 2024. Masa kerja, tanggung jawab, dan peran penting KPPS dalam proses demokrasi.

Kenali KPPS: Peran dan Tugas dalam Pemilu 2024. Masa kerja, tanggung jawab, dan peran penting KPPS dalam proses demokrasi.

Pembentukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk Pemilu 2024 Telah Selesai. Pada tahap awal, pembentukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) telah sukses dilaksanakan. Kini, KPPS siap menjalankan tugas dan fungsinya dalam rangka penyelenggaraan Pemilu 2024 yang semakin mendekat. Artikel ini akan membahas berapa lama masa kerja KPPS Pemilu 2024 serta tugas dan fungsi yang mereka emban.

Masa Kerja KPPS Pemilu 2024

Menurut PKPU Nomor 8 Tahun 2022 Pasal 1 ayat (10), KPPS adalah kelompok yang dibentuk oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk melaksanakan pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS). KPPS terdiri dari tujuh orang yang terdiri dari satu ketua dan enam anggota yang lainnya.

Berdasarkan Pasal 27 PKPU Nomor 8 Tahun 2022, KPPS dibentuk oleh PPS paling lambat 14 hari sebelum pelaksanaan pemungutan suara Pemilu atau Pemilihan dan akan dibubarkan paling lambat 1 bulan setelah pemungutan suara Pemilu atau Pemilihan selesai.

Sementara itu, berdasarkan Keputusan KPU Nomor 476 Tahun 2022, masa kerja KPPS dimulai sejak tanggal 25 Januari 2023 dan akan berakhir pada tanggal 23 Februari 2024. Dengan demikian, KPPS akan bertugas selama kurang lebih satu tahun dalam menjalankan tugasnya.

Tugas dan Fungsi KPPS untuk Pemilu 2024

KPPS memiliki beragam tugas dan wewenang yang penting dalam penyelenggaraan Pemilu 2024. Menurut PKPU Nomor 8 Tahun 2022 Pasal 31, berikut adalah daftar tugas dan wewenang KPPS:

  1. Mengumumkan dan Menempelkan Daftar Pemilih Tetap di TPS:
    KPPS bertanggung jawab untuk mengumumkan dan menempelkan Daftar Pemilih Tetap di Tempat Pemungutan Suara (TPS) sehingga semua pemilih dapat memeriksa data mereka.
  2. Menyerahkan Daftar Pemilih Tetap kepada Saksi Peserta Pemilihan yang Hadir dan PPL:
    KPPS harus memberikan Daftar Pemilih Tetap kepada saksi peserta pemilihan yang hadir dan Panitia Pemilihan Lapangan (PPL).
  3. Melaksanakan Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS:
    KPPS bertugas untuk mengawasi proses pemungutan dan penghitungan suara di TPS sesuai dengan aturan yang berlaku.
  4. Mengumumkan Hasil Penghitungan Suara di TPS:
    Hasil penghitungan suara di TPS akan diumumkan oleh KPPS untuk kepentingan publik.
  5. Menindaklanjuti Temuan dan Laporan:
    KPPS harus segera menindaklanjuti temuan dan laporan yang disampaikan oleh saksi, PPL, peserta pemilihan, dan masyarakat pada hari pemungutan suara.
  6. Mengamankan Kotak Suara:
    Setelah penghitungan suara selesai, KPPS bertugas untuk menjaga dan mengamankan keutuhan kotak suara yang telah disegel.
  7. Membuat Berita Acara dan Sertifikat Hasil Pemungutan dan Penghitungan Suara:
    KPPS wajib membuat berita acara dan sertifikat hasil pemungutan dan penghitungan suara, dan menyerahkannya kepada saksi peserta pemilihan, PPL, PPS, dan PPK melalui PPS.
  8. Menyerahkan Hasil Penghitungan Suara kepada PPS dan PPL:
    KPPS harus menyerahkan hasil penghitungan suara kepada PPS dan PPL.
  9. Menyerahkan Kotak Suara tersegel:
    KPPS juga wajib menyerahkan kotak suara yang tersegel, berisi surat suara dan sertifikat hasil penghitungan suara, kepada PPK melalui PPS pada hari yang sama.
  10. Melaksanakan Tugas Lain sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan:
    Selain tugas-tugas di atas, KPPS juga harus melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajiban lain yang diberikan oleh KPU Kabupaten/Kota, PPK, dan PPS sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

About The Author