Luhut Binsar Panjaitan Kritik Thomas Lembong dan Harga Nikel

Luhut Binsar Panjaitan mengkritik Thomas Lembong terkait harga nikel global. Kontroversi dalam politik ekonomi.

Luhut Binsar Panjaitan mengkritik Thomas Lembong terkait harga nikel global: Kontroversi dalam politik ekonomi.

Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), mengeluarkan kritik tajam terhadap Thomas Lembong, salah satu Co-captain Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN). Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, menasihati Thomas Lembong agar berhati-hati dalam memberikan informasi yang dianggapnya tidak akurat.

Harga Nikel Global dan Tren Harganya

Salah satu pernyataan yang menjadi sorotan Luhut adalah terkait harga nikel. Menurutnya, harga komoditas nikel secara global memang tengah mengalami kelesuan. Namun, Luhut menegaskan bahwa tren harga nikel tersebut harus dilihat dalam jangka panjang, mengingat fluktuasi harga adalah hal yang umum dalam industri komoditas tambang.

Luhut menambahkan bahwa melihat data selama 10 tahun terakhir, harga nikel dunia berada di kisaran 15 ribu dolar AS per ton. Bahkan pada periode 2014-2019, saat program hilirisasi telah dimulai, harga rata-rata nikel hanya sekitar 12 ribu dolar AS per ton. Ini menunjukkan bahwa fluktuasi harga nikel adalah hal yang biasa terjadi.

Pernyataan tentang Eksploitasi oleh Indonesia

Luhut mencermati pernyataan Thomas Lembong yang mengatribusi penurunan harga nikel global pada eksploitasi Indonesia demi program hilirisasi. Luhut menyatakan bahwa ia tidak mengerti bagaimana Thomas Lembong bisa memberikan pernyataan seperti itu. Ia menilai bahwa memberikan saran yang tidak benar kepada calon pemimpin yang didukung adalah tindakan yang tidak etis.

Raguan atas Intelektualitas Thomas Lembong

Dalam kritiknya, Luhut bahkan mengaku meragukan intelektualitas Thomas Lembong, yang merupakan lulusan Universitas Harvard. Ia mengungkapkan kekecewaannya atas karakter Thomas Lembong yang dinilai tidak baik.

Kritik tajam Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan terhadap Thomas Lembong tentang harga nikel global dan eksploitasi Indonesia menjadi sorotan. Luhut menegaskan betapa vitalnya memperhatikan pergerakan harga dalam jangka panjang dan keraguan terhadap kecerdasan intelektual Thomas Lembong. Kritik ini menciptakan ketegangan dalam arena politik menjelang pemilihan umum.

Sumber

kompas.com

About The Author