Israel Menyerang Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina

Israel Menyerang Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina

Israel Menyerang Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina Zulkifli Hasan, Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), mengecam serangan udara militer Israel terhadap RS Indonesia di Beilt Lahiya di Jalur Gaza, Palestina, pada hari Sabtu.

Di Jakarta, Minggu, Zulhas menyatakan, “Kami mengutuk keras dari pihak manapun yang mengabaikan hak-hak asasi manusia, kemanusiaan, dan kemerdekaan,” dikutip Antara.

Menteri Perdagangan itu menyatakan bahwa serangan tersebut menunjukkan bahwa Israel telah melanggar hak negara untuk hidup sebagai masyarakat, merdeka, dan berdaulat.

“Kami mengutuk keras pihak mana pun yang merampas hak negara untuk merdeka, apa lagi hak orang untuk hidup,” tegasnya.

Sebelum ini, seorang koresponden kantor berita resmi Palestina WAFA mengatakan bahwa setidaknya satu rudal Israel menghantam Rumah Sakit Indonesia di Beilt Lahiya.

Rumah sakit di Jalur Gaza utara tersebut diserang oleh Israel, menewaskan seorang petugas medis dan merusak peralatan vital.

Dibaca juga: Israel-Palestina: Ratusan warga Palestina tewas imbas serangan balik Israel di Gaza, KBRI Amman sebut tidak ada WNI jadi korban

Ekskalasi Pertempuran Israel Menyerang

Dengan bantuan dari masyarakat Indonesia, Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza telah beroperasi sejak Desember 2015.

Fasilitas medis ini memiliki 110 tempat tidur dan menawarkan berbagai layanan medis, seperti rawat inap, ruang operasi, ICU, dan gawat darurat.

Menurut laporan WAFA, serangan Israel di utara dan tengah Jalur Gaza juga membunuh empat warga Palestina sebelumnya.

Serangan Israel itu sebagai tanggapan atas serangan faksi-faksi Palestina di Jalur Gaza, yang pada Sabtu pagi waktu setempat menembakkan rentetan roket ke wilayahnya.

Sebagaimana dilaporkan oleh Anadolu, serangan salvo roket dilakukan dari berbagai lokasi di wilayah yang dikelilingi oleh kelompok militan Palestina di Jalur Gaza. Namun, di beberapa wilayah, sistem pertahanan Iron Dome Israel berhasil mencegah serangan itu.

Brigade Al-Qassam, sayap bersenjata kelompok perlawanan Palestina Hamas, menyatakan bahwa serangan roket telah dimulai ke wilayah, bandara, dan instalasi militer musuh.

“Dalam 20 menit pertama operasi, 5.000 roket dan peluru ditembakkan dari Gaza menuju Israel,” kata Brigade Al-Qassam dalam sebuah pernyataan dikutip pada Sabtu (7/10).

Militer Israel telah menyatakan siap untuk berperang dan memobilisasi banyak tentara cadangan sebagai tanggapan atas serangan tersebut. Jual Plakat

About The Author